1.)
DOKTRIN GENERASI
SPONTAN.
Sebelum mikroskop
ditemukan, orang percaya bahwa tumbuh-tumbuhan atau binatang dapat tercipta
dengan sendirinya (spontan) dari benda-benda mati. Kepercayaan ini disebut
dengan doktrin generasi spontan atau abiogenesa. Pengertian ini didapat dari
pendapat Aristotles yang hidup tahun 384-322 SM. Menurutnya, Binatang dapat
dibentuk dari tanah, tumbuh-tumbuhan atau makhluk lain yang bukan binatang.
Adanya doktrin ini diperkuat dengan kenyataan bahwa bila bahan organik
(contohnya daging), jika dibiarkan terbuka maka lama-kelamaan akan menjadi
busuk dan ditumbuhi ulat. Manusia terdahulu mengira bahwa ulat merupakan
jelmaan dari daging.
2.)
Antony Van
Leewenhoek (1632-1723).
3 Hal penting yang
ditemukan oleh Antony Van Leewenhoek adalah mikroskop,
dunia mikroba, dan penyempurnaan mikroskop.
Antony Van Leewenhoek
adalah seorang pedagang berkebangsaan Belanda. Dia tidak pernah mendapatkan
pendidikan tinggi dan penemuannya mula-mula hanya bersifat amatir. Namun,
demikian hasil karyanya telah menarik perhatian suatu lembaga ilmu pengetahuan
di Inggris (Royal Society). Akhirnya, melalui lembaga ini karyanya dapat
disebarluaskan.
Penemuan pertamanya
adalah mikroskop sederhana yang terdiri dari sebuah lensa yang diapit oleh
kedua kepingan logam. Benda yang akan diamati diletakkan dititik apinya.
Pada abad ke-13 sebelum
Antony menemukan mikroskop, sebenarnya banyak orang mengira bahwa ada jasad
hidup tak kelihatan. Fracastoro of Verona
(1483-1553), Van Plencir (1762), dan Kirchen (1658) mengira bahwa penyakit
dapat disebabkan oleh bakteri. Tapi, sayangnya mereka tidak dapat
membuktikannya.
Daya pembesaran mikroskop
yang pertama tidak dapat diubah. Lalu, dikembangkan lebih lanjut oleh Galileo (1610) dan Hooks (1665). Akhirnya
menjadi mikroskop seperti yang sekarang dengan pembesaran 1000-3000 kali.
Penemuan lain yang lebih
penting ialah penelitian secara mikroskopis terhadap kehidupan mikroba,
misalnya hewan kecil invertebrate, spermatozoa, bahkan sampai ke benih dan
embrio tumbuh-tumbuhan serta sel-sel darah merah. Protozoa, ganggang, khamir,
dan bakteri yang dikenal sekarang ini sebenarnya telah diungkapkan oleh
Leewenhoek pada waktu itu. Diketahuinya binatang kecil yang pada waktu itu
disebut “animalcule” (1676) telah
membuka lembaran baru tentang dunia mikroba.
3.)
Fransesco Redi
(1626-1697).
Fransesco Redi adalah
orang Itali yang menentang Doktrin Generasi Spontan. Dari percobaan telah
dibuktikan bahwa ulat yang terjadi pada daging yang dibiarkan bukanlah dari
daging itu sendiri, melainkan dari telur atau benih mikroba yang dibawa oleh
lalat yang menghinggapi daging tersebut. Percobaan dilakukan dengan menaruh
daging pada dua tempat. Yang satu terbuka dan yang lain ditutup dengan kawat
kasa yang sangat halus sehingga tidak dapat dihinggapi oleh lalat. Dari
percobaan tersebut, ternyata daging yang tertutup kawat kasa tidak ditumbuhi
ulat, sedangkan pada daging yang terbuka terdapat ulat. Pada mulanya, ulat
disangka merupakan fase dari kehidupan lalat.
4.)
Lazzaro
Spallanzani (1713-1781).
Dia membuktikan bahwa
mikroba yang tumbuh pada bahan makanan berasal dari udara yang memang telah
mengandung mikroba. Pertumbuhannya dapat dicegah dengan jalan memanaskan bahan
makanan tersebut, walaupun untuk tiap jenis bahan makanan memerlukan waktu yang
berlainan.
Untuk mendapatkan keadaan
yang bebas dari mikroba, bahan harus ditutup rapat, kemudian dipanaskan.
Pernyataan ini kemudia dipraktekkan oleh Apert.
Dengan diketemukannya gas
oksigen oleh Joseph Prienstly, Henry
Caven Dish, dan Antoine Lavoisier, maka teori spallanzani mendapat
sanggahan, bahwa adanya perusakan bahan organik bukan disebabkan karena adanya
hubungan dengan udara yang mengandung mikroba, tetapi karena adanya oksigen
sebagai sumber kehidupan bagi mikroba.
5.)
Theodor Schwann
(1810-1882).
Melalui percobaannya,
Schwann telah membantah teori yang mengatakan bahwa timbulnya kehidupan mikroba
disebabkan karena adanya oksigen (udara). Schwann mengatakan hal itu disebabkan
karena adanya bibit-bibit mikroba. Percibaan ini dilakukan dengan mengalirkan
udara yang dipanaskan lebih dahulu ke dalam zat yang sebelumnya dipanaskan
juga. Menurut percobaan itu ternyata tidak terjadi pertumbuhan mikroba.
Percobaan spallanzani merupakan dasar percobaan/penemuan berikutnya.
6.)
Schroder dan Van
Dusch (1800).
Percobaan Schwann
mendapat bantahan dari orang-orang yang percaya pada doktrin generasi spontan.
Mereka berpendapat bahwa dengan pemanasan udara tersebut tidak dapat tumbuh.
Oleh karena itu, Schroder dan Van Dusch melakukan percobaan seperti Schwann
tetapi, udaranya tidak dipanaskan, melainkan disaring melalui kapas. Ternyata,
dengan cara tersebut tidak terjadi pertumbuhan mikroba. Doktrin Generasi Spontan
mendapat tantangan yang terakhir pada tahun 1859 dari Poucht yang idenya dibuktikan melalui percobaan Pasteur.
7.)
Percobaan Pasteur.
Mulai abad 19, ahli ilmu
pengetahuan mencoba mengaitkan peristiwa perubahan pada zat organik dengan
adanya pertumbuhan mikroba yang ada pada zat organik tersebut.Dengan demikian
dibuktikan bahwa pertumbuhan mikroba merupakan penyebab terjadinya reaksi kimia
atau perubahan zat organik tadi.
Pelopor percobaan ini
adalah Louis Pasteur, yang didorong oleh adanya pertentangan hebat antara
penganut Doktrin Generasi Spontan di satu pihak dan penentangnya di lain pihak.
Dengan berhasilnya percobaan Pasteur telah mendemostrasikan untuk pertama
kalinya bahwa diudara terdapat banyak benda-benda kecil yang tidak dapat
dilihat oleh mata telanjang. Beberapa contoh percobaan Pasteur:
a.)
Ke dalam satu
tabung yang tersumbat kapas dialirkan udara. Setelah cukup lama kapas tersebut
dicuci dalam campuran alcohol dan eter. Ternyata, dalam endapan-endapan yang
terjadi setelah diamati dengan mikroskop kelihatan adanya benda-benda halus zat
anorganik dan benda-benda lain yang berbentuk oval dan disinyalir adanya
mikroba.
b.)
Ke dalam zat
organik yang telah dididihkan di dalam tempat tertutup, dialirkan udara yang
telah dipanaskan. Ternyata tidak terjadi kehidupan mikroba. Tetapi kalau ke
dalam zat organik yang steril tadi ditaruh kapas yang mengandung germ (bibit
mikroba). Maka tak lama kemudia terjadilah kehidupan mikroba.
c.)
Sejenis makanan
ditaruh di dalam botol, kemudian ujungnya dibuat kapiler yang melengkung
kebawah. Ternyata makanan yang ada di dalamnya tidak ditumbuhi mikroba.
Sebaliknya, bila ujung kapiler dipatahkan atau pada ujungnya diletakkan tetesan
zat cair yang kemudian zat cair tersebut dimasukkan ke dalam botol, maka
mulailah terjadi pertumbuhan mikroba.
d.)
Pasteur melakukan
percobaan untuk mengetahui kepadatan mikroba dalam mikroba pada beberapa daerah
secara semi kuantitatif. Percobaan dilakukan sebagai berikut. Beberapa tabung
diisi dengan media steril yang ditutup kapas. Tabung-tabung tersebut dibawa dan
ditentukan kepadatan mikrobanya. Ditiap-tiap daerah tadi beberapa tabung dibuka
selama waktu yang sama, kemudian ditutup kembali dan dimasukkan incubator. Dari
jumlah tabung yang ditumbuhi mikroba dapat diperkirakan secara semi kuantitatif
kepadatan mikroba daerah tersebut. Menurut percobaan tersebut ternyata bahwa
didaerah datar udaranya mengandung mikroba lebih banyak bila dibandingkan
dengan udara pegunungan.

.png)
No comments: