October 11, 2016
BY y0
Comments
Pengantar
Pada masa sekarang ini merupakan masa produktivitas karena
banyak negara yang mencoba menciptakan berbagai produk yang diminati oleh
banyak konsumen. Salah satu contohnya adalah Jepang. Negara ini mengalami
revolusi dalam bidang mutu yang menyebabkan banyak konsumen yang lebih menyukai
produk dari Jepang dibanding dari negara asal konsumen itu sendiri. Dapat
diambil contoh seperti konsumen Amerika lebih menyukai produk Jepang, tapi
produsen Amerika tidak menyukainya. Orang Amerika telah mengekspor jutaan
kesempatan kerja dan neraca perdagangannya timpang sehingga dipaksa untuk
melawan revolusi mutu tersebut. Oleh karena itu, meningkatnya persaingan
semakin menyadarkan perusahaan akan pentingnya mutu. Arti mutu atau kualitas
yang awalnya bersifat netral perlahan-lahan bergerak kearah yang positif. Upaya
untuk meningkatkan mutu ini sudah dimulai pada dekade 1980-an, dimana banyak
perusahaan mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu tetapi hanya sedikit
sekali yang berhasil menjadi pemimpin di bidang mutu. Dengan demikian, persaingan
dibidang mutu meningkat dengan drastis.
Dilain pihak, perdebatan tetang mutu melibatkan permasalahan
tentang bagaimana mnedefinisikan mutu, bagaimana mengukurnya dan bagaimana
menghubungkannya dengan laba. Ada banyak sekali batasan tantang mutu, tetapi
tidak satupun yang dapat menjelaskan dengan tepat apa sebenarnya mutu itu. Dalam
arti luas, mutu adalah sesuatu yang dapat disempurnakan. Paradigma berbagai
konsumen tentang mutu itu sendiri tidaklah sama. Dalam survey yang dilakukan
ASQC (American Society for Quality Control) dan Gallup Organization terhadap
lebih dari 3000 konsumen di amerika serikat,
Jepang dan Jerman Barat dapat kita lihat berbagai pandangan mutu dari
sudut konsumen yang dapat menimbulkan perbedaan standar mutu untuk tiap negara.
Definisi mutu
Mutu memiliki beberapa pengertian yang berbeda menurut para
ahli. Phil Crosby, misalnya menyatakan
mutu berarti kesesuaian terhafap persyaratan seperti jam tahan air, sepatu
tahan lama, dokter yang ahli. Dokter yang mampu mendiagnosa dengan tepat
penyakit pasiennya digolongkan sebagai dokter yang bermutu. Sementara Edward Deming, menyatkaan mutu berarti
pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus seperti Kaizen di
Toyota. Dalam hal ini berarti mutu adalah sesuatu yang kontinyu, senantuasa
ada perbaikan, tidak stagnan. Kishikawa,
pencipta diagram tulang ikan, menyatakan mutu berarti kepuasan pelanggan, baik
pelanggan internal maupun eksternal. Kepuasan pelanggan internal akan
menyebabkan kepuasan pelanggan eksternal.
Sering timbul bahwa
“mutu” diartikan sebagai sesuatu yang :
- unggul dan bermutu
tinggi.
- mahal harganya.
- kelas, tingkat atau
bernilai tinggi.
.png)